------------------ diawal cerita kudengar negeriku indah nan subur biji bertebar dihembus angin menjadi pohon tanpa tangan
anak-anak pada riang menikmati secangkir madu serutu berhembus menebar angan bapak-bapak asappun mengepul, berbau kesturi dari bilik dapur
hijau dan rindang kutemukan dari alamku kesejukan muncul dari angan dan kenyataan anak-anak pada kuceritakan keindahan senyumpun tersungging dari bilik mulut mereka
harapan hidup seribu tahun tak menjadi kenyataan kini negeriku tak tersenyum lagi asappun yang dulu mengepul dari bilik-bilik kini hanya mengepul dari bilik sang bapak pemilik modal dan kekuasaan
biji yang dulu tanpa ditanam, kini tak lagi kutemukan karena gigi runcing tikus terus merayap melahap dan melahap
anak-anakpun tak mendengarkan ceritaku yang dulu karena kini sudah kusimpan dipeti mati dengan kunci rapat dipenghujung cerita, aku hanya penatap negeriku pilu penuh dengan tikus-tikus yang katanya tikus dinegeri paling banyak
Surabaya, 2005
Halimi Zuhdi Ls Sumenep, 19 September 2005 Tulisannya tersebar di media lokal dan nasional, ketua sanggar al-Abqory. Antologi Puisinya Penyair-penyair Sufi, 2003. Kata Tak Bermakna, 2004. Tak ada "kata" cinta untuk Tuhan, 2005. Selaput Cinta yang robek, 2005 ------------ kegilaanmu dipenghujung cinta dan harapan seuntai mutiara harapan, kau rajut di altara cinta dan kasih sayang kau cari kebahagiaan dengan tangan menengadah dengan mulut komat-kamet, tubuh penuh keringat, napas tersengal kau tembus panas keganasan metropolitan kau tidur beralas Koran dengan berbantal batu yang keluar dari mulutmu berat rasanya hidup ini kau tak mengerti mengapa kau jadi begini kau tak paham mengapa kau terseok-terseok dengan harapan hampa kau tak mengerti kau telah dihianati di kerajaanmu sendiri kau sebenarnya yang berkuasa tapi kini kau dikuasai kau sebenarnya yang berhak mengatur, tapi kau kini diatur suaramu tak lagi didengar, BBM tetap merangsung kini kau diajak untuk berperang sekelilingmu menatap tanpa dosa renai-renai mentari semakin susut kelam tiba dalam rayuan raja-raja dan bandit kekuasaan pada menuai dadar dan roti hangat sedangkan kau penuhi tubuhmu dengan racun-racun tikus karena kau lagi haus kau jilat-jilat sepatu busuk di kerajaan yang bertuhan kau tidak salah karena hidup di kerajaan para pengecut jeritan terakhirmu kudengar, kau terhampar kaku dengan perut tak berbutir mulut tak berair kau tebus keserakahan penguasa dengan titik nol garis-garis hidupmupun tidak jelas, karena titik-titik itu tak pernah bertinta
Malang, 2005
 PESAN KATA PADA TITIK
Halimi Zuhdy LS
Kata berseloroh pada titik Mampukah titik membuat makna Titik bisanya, menyulam garis Menjadi rangkaian huruf- huruf.
Pesan kata pada titik : Jika kau mau bertandang padaku Bertandanglah dengan hati-hati Karena kau akan menjadi malapetaka Jika ttitikmu meleset
Tetaplah tersenyum diantara aku Karena kau dicipta hanya untukku
Janganlah kau ceroboh Agar manusia dapat memahamiku
Tanpa kau akupun tak ada Keujudanku karena ujudmu
Kata ketawa, titik pun tersenyum ria Malang, 2005 Arti Sebuah Pengorbanan Halimi Zuhdy Ls*)

Sayang.. akan kulamar engkau Dengan senyumku Tanda tunangannnya dengan harum bauku sayang… kapan kita menikah sekarang, besok, atau lusa… ah..aku ingin nikah besok saja denganmu aku tidak kuat lagi tuk menikmati malam pertama denganmu sayang….. aku nikah denganmu dengan jarak sebagai maskawin walimu adalah angin yang berhembus sedangkan saksinya adalah tubuhmu yang lembut dan setan yang lagi tertawa
sayang.. bulan madu kita nanti di penghujung cita-cita malam pertamanya …… akan kupeluk kau dengan lamunanku selimutnya agan-angan
kita akan bina kebahagiaan dihari tua dengan bayang-banyang , bayang-bayang rindu yang tak pernah sampai bayang-bayang cinta yang mungkin hanya tinggal kenangan
kita akan hidup bahagia dengan anak rindu yang selalu kuharap akan kuberinama “hanya” karena “hanya” yang dapat membuat kuteringat dengan senyummu ya..hanya kegagalan
Selamat tinggal…………. Malang, 2005
 Halimi Zuhdy
Jejal – jejal kau cari Dengan langkah seribu cintamu. Di negeri gurun Ibarat lebah kau senandungkan ayat-ayat cintamu Tuk mendapatkan setetes madu rindumu Dalam aroma kesturi kasih sayangmu Kau kerenyitkan dahimu tuk melanggengkan pancaran matamu dalam menatap masa depanmu kau langkahkan kakimu tuk menuai hasratmu dalam fatamorgana fikiranmu Hai para musafir Jika kau samudra Hempaskan ombakmu Tuk membawa sampan menuju dermaga cita-citamu Jika kau benar samudra Biaskan mutiara cantikmu Agar dunia silau dengan gemerlap senyummu Hai para musafir Jiika kau benar angin Desirkan kabar Ke seluruh lorong kejahilan Bahwa kau adalah kesolehan pembawa kebahagian Jika kau benar api Bakar hasratmu Lahap dahan-dahan kemalasanmu Kobarkan semangatmu Menuju satu titik kebangkitan Wahai para musafir Petiklah bunga-bunga dikebun ma'rifah Agar harumnya menyeruak memenuhi relung hatimu
Riyadh, 4 Maret 2008 (Dibacakan pada acara Pelatihan Kepemimpinan Pemudah Indonesia di Luar Negeri, Riyadh Saudi Arabiyah,bersama Bapak Dubes dan Mendikbud dan Mantan DirJenDikti  | ZAM ZAM | Apr 13, '08 3:21 AM for everyone |
 Halimi Zuhdy
beribu jiwa telah kau beri kesegaran dengan zam-zam cintamu
yang haus telah kau kenyangkan dengan kerinduan
kau terpancarkan dari sebuah perjuangan perjuangan seorang yang tidak pernah menyerah demi sebuah kasih sayang kasih sayang seorang ibu Siti Hajar, itu teladan sepanjang zaman Bagi kerinduan dan kasih saying
Kau gemercik namun berkumpul Itulah arti Zam-zam mu!
Kau diberikan banyak keistimawaan Oleh sang pencipta Tuk membelaikan cinta bagi manusia Syaba'ah, murwiyah,nafi'ah, afi'ah Maimunah, barrah, madhmunah, kafiyah Mu'dzibah, syifa saqamin, tho'amu thu'min Hazmatu Jibril, maghfuroh
Sungguh, kurasakan sentuhan Segarmu dalam kerongkongan tenggorokanku Perutku membuncahkan kenikmatan Dikala kau alirkan
Sungguh, meminumu Yang selalu kuinginkan Dalam musafir gurunku
Ya..Allah, betapa nikmatmu Sungguh besar, kau lenyapkan Kehausan ini dengan sorga zam-zammu Dikala tenggorokan dan tubuhku Dalam kelelahan.
Kenangan ketika minum air zam-zam 6 dzulhijjah 1428
Halimi Zuhdy
Kau tempat berteduh Ismail as dan ibunda tercinta, Siti Hajar Yang tangan Ibrohim Membangunmu dari pohon Agar kau mampu memberikan kehangatan pada kedunya Dan belaianmu mampu membuat Kerinduan dan ketengan
Jika ingin sholat di dalam Sukuplah sholat di dalam Hijr Islmal Itu sabda Nabi untukmu
Kadang kepala Tak mampu meletakkan jidatnya Menuju lantai Dimana kau dibangun di sana
Mudah-mudahan tahun depan aku dapat Sujud sepuas-puasnya dihamparan Keteduhanmu.
Kenangan ketika sholat di Hijir Ismail 10 dzulhijjah 1428 Halimi Zuhdy
Kau dibelai Oleh gelombang manusia sepanjang zaman Dengan mengucapkan bismillah Allah akbar
Pondasi-pondasi ka'bah Membuatmu semakin kokoh dan indah Dan menambah keberadaanmu
Rasul bersabda "Barang siapa meletakkan tangannya di rukun Yamani dan berdoa Allah akan mengabulkannya" mudah-mudahan segala gerak lidahku terpatri ke pusatnya dan Istijabah kemudian bahagia
Kenangan ketika membelai Rukun Yamani 10 dzulhijjah 1428
 Halimi Zuhdy
warnamu indah putih menawan tapi kini kau menjadi hitam legam manusia yang tidak punya hati terus merusak keindahan alam putihmu hanya kenangan dalam buain sang pejuang islam
kau dicium bukan karena kau memberi barokah dan batu agung tapi, karena kerinduanku pada sang teladan Ibrahim a.s dan Muhammad saw, yang telah mengajariku menjadi orang yang beriman
kadang ku tak dapat menciummu karena manusia pada mencari posisi mendekatkan hidungnya padamu tapi, apalah arti dekat kalau harus kujelajahi kekotoran karena saudaraku tersakiti kulambaikan, bahwa sebenarnya aku ingin mendekat padamu dan ingin sekali menciummu tapi, aku adalah manusia yang tidak punya daya apalagi upaya…. Kecuali pertolonganmu
Kenangan ketika melambaikan tangan di Hajar Aswad 8 dzulhijjah 1428
 | MULTAZAM | Apr 13, '08 3:16 AM for everyone |
 Halimi Zuhdy
Kau terlihat indah Di antara Hajar Aswad dan Pintu Ka'bah Kau adalah tempat yang paling mustajabah Untuk memohon kepada Sang Pencipta
Kutangiskan segala dosaku Yang menggunung Yang bersemudera Bahkan tak pertepi dan tak berujung Ya …Robbb kabulkanlah segala dosa-dosaku.
Kenangan ketika berada di Multazam 13 dzulhijjah 1428
 | KA'BAH | Apr 13, '08 3:15 AM for everyone |
 Halimi Zuhdy
Kau tempat bersujud pertama Tuk menemui Sang Pencipta yang utama Kau tempat bertemunya manusia Dikala mereka tak tahu mau kemana
Kau menjulang lurus Ke bait al-ma'mur Tempat bertasbihnya para Malaikat
Seratus dua puluh rahmat Diturunka Allah Di tempat sucimu ini
Betapa tenang hati ini Dikala kaki mengelilimu Berlari mendekat dan membelaimu
Sungguh pertemuan ini, Membawaku pada kenikmatan yang tiada tara
Kenangan ketika Thowaf 8 dzulhijjah 1428
 | THOWAF | Apr 13, '08 3:14 AM for everyone |

Haimi Zuhdy
Gelombang thowaf itu Menghempaskanku tuk merindukan sebuah pertemuan Pertemuan dalam setiap detak hatiku Bersama Sang penciptaku
Tujuh putaran Kutahajjudkan jidat,lidah-kakiku Menemui keindahannya Menuju muara hakikat Tujuh pencipataan buminya Tujuh hari tuk beribdah padanya Tujuh Lapisan langit dan buminya Bergerak Berputar Berlari Dan berhenti itulah….kehidupan yang tidak abadi
Kenangan ketika Thowaf 8 dzulhijjah 1428
 | IHROM | Apr 13, '08 3:08 AM for everyone |
 Halimi Zuhdy
Kerinduan itu telah tiba Tanah yang kuidamkan telah kuinjak Di depanku telihat Miqot Hati terpancar, tercerahkan, bahkan Tak mampu lagi diam dikendaraan Terbang, itu sebuah keinginan
Alhamdulillah, kata itu yang keluar Aku benar-benar telah dating Dating memenuhi sebuah panggilan suci Dari Dzat Yang Suci
Kusiram tubuhku dengan kesturi agar harum mewangi menebar kesegala jagat, memberitahukan bahwa keagungan Allah swt sungguh terpantri
ku tak kuasa menangis ketika dua kain putih menempel ditubuhku! Kekayaan, kehormatan, title,atribut, Gelar kebangsaan yang melekat Di hari itu hilang, Segerombolan manusia sama Tak ada yang istimewa, hanya baju putih tak berjait Yang menempel di tubuh tak berdaya
Mengingatkanku pada kematian Dengan kain putih pula sebagai baju kebesaran Dalam ketidak berdayaan…ya kebesaran dalam ketidak berdayaan
Semua orang menuju satu keinginan Menuju rumah Allah Yang hanya berupa tumpukan batu bersegi empat Yang tidak memberikan keistimewaan apa-apa Tapi itulah dambaan, cinta dan kerinduan Mengalum, melambai, dan berteriak labbaik Ingin sekali cepat sampai Dan memeluknya, membelaikan bahkan ingin Sekali hari-hari selalu bersamanya Meskipun rela untuk Meninggalakan semuanya Jabatan yang membuat hati,pikiran,tubuh tersibukkan Kini tidak lagi Materi yang dibanggakan kini tidak ikut bersama, hanya Kain putih yang harus diselamatkan Rumah, kendaraan mewah Pakain yang indah Dan anak cucu dambaan Semuanya ditinggalkan Menuju satu "KA'BA"
Labbaika Allahumma labbaik, Labbaik la syarikalakah labbaik Innal hamda wanni'matalaka Walmulk La syarikalah.
Kenangan ketika di Miqot 6 dzulhijjah 1428
 DI MANA KUCARI KEBAHAGIAAN
Halimi Zuhdy LS*) Suara angin mendesir menelusuri semak-semak dan bertiup lembut menerpa rambut panjang seorang pemudi yang lagi duduk termenung dengan suara gemuruh dadanya. Ia menatap rerumputan hijau dihadapannya, dengan tatapan kosong. Sesekali ia memukul-mukulkan tangannya yang lembut ke pahanya. Kadang ia tundukkan kepalanya dengan tetesan air matanya, kadang menengadah kelangit dengan menarik nafas panjang. Sudah lama ia duduk-duduk, namun belum menemukan noktah-noktah yang ia cari, yang ia temukan hanyalah bayangan dirinya yang sesekali menghilang karena matahari tertutup awan, ia hanya menemukan kesedihan dalam gerak lembut hatinya, sekelilingnya yang penuh dengan bunga-bunga mekar nan indah tidak membuatnya ia tersenyum. Sesekali ia torehkan isi hatinya pada daun jati yang berguguran disekelilingnya Kukejar angan Kukejar cita Kukejar hasrat Datanglah lelah dan payah Hatiku rapuh Bait-bait puisi yang ditulisnya, terkadang membuat ia tenang sejenak, namun sesekali ia berteriak keras dan melemparkan larik-larik puisinya diarus sungai yang gemercik membuat musik tersendiri. Namun musik-musik sungai itu tidak mampu menenangkan gejolak jiwanya yang mulai lelah. Ia tuliskan kegundahan hatinya pada arus air sungai itu……. Aku ingin menangis Namun air mataku kering Aku ingin berteriak Namun suaraku habis Aku hanya menginginkan Ketenangan dan kebahagiaan namun dimanakah kau…….. kekosongan makin senyap, “anakku!” ada suara menyapa dari balik rerimbunan pohon dibelakangnya, “sedang apa kau di sini?”. Pemudi itu kaget, ditempat yang sepi dan senyap ternyata ada orang lain, pak tua itu bertanya lagi, “nak apa yang kamu lakukan ditempat yang sepi dan senyap ini?. Pemudi itu menarik nafas panjang“Pak tua..!, aku capek..!, aku lelah..!, aku sesak..!, berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan aku terjang pagi dan petang. Aku tempuh lautan, lembah, gunung, bahkan duniapun sudah ada dalam genggamanku, demi untuk mencari setitik kebahagian, namun, aku belum temukan kebahagiaan itu dalam diriku, aku belum merasakan kebahagiaan yang hinggap dalam hatiku, aku pusing pak pak tua..! aku lelah..!. matanya berkaca-kaca, seakan-akan ia ingin menuangkan kekesalan dan kekecewaan hidupnya, pak tua..!, kapan aku mendapatkan rasa itu?”. Pak tua itu diam dan membelai-belai rambut pemudi yang kusut terurai panjang itu, ia mendengarkan keluh kesah sang pemudi dengan penuh perhatian, sesekali ia menganggukan kepalanya, sesekali menatap pemudi itu dengan keheranan. Dari rona wajahnya kelihatan lelah dan tidak mempunyai gairah hidup. Ia pandang kembali wajah pemudi itu, lalu berkata, “Nak jika kamu ingin menemukan apa yang kaucari, dan ingin merasakan apa yang kau inginkan, di sana ada taman penuh bunga dan beraneka ragam kupu-kupu, tangkaplah kupu-kupu itu buatku.” Pemudi itu menatap pak tua. Tidak percaya. Pak tua itu menganggukkan kepalanya, ”ya..tangkaplah kupu-kupu itu untukku dengan tanganmu,” pak tua itu mengulang kata-katanya. Pemuda itu mulai menuju taman yang tunjuk pak tua tadi, benar, ia menemukan taman yang indah yang disekelilingi dengan sungai-sungai, ditaburi bunga-bunga harum semerbak, ia lihat kupu-kupu menari-menari seakan mengajaknya untuk berdansa. “oh ..disana ada kupu-kupu bergerombol,” ia bergumam. Ia mulai memasang kuda-kuda, mengendap-endap. Menuju gerombolan kupu-kupu yang lagi asik bercengkrama. Hap! Luput. Segera ia mengejarnya, hap!, luput. Takut kehilangan buruannya, ia kejar. Ia arahkan tangannya, di mana ada kupu-kupu yang terbang., hup!,Hup!,hup!…luput. gagal!. Ia ingin menemukan apa yang ia cari yang dijanjikan pak tua tadi, ia mulai bergerak cepat, berlari tak beraturan. Menerjang ke sana ke sini. Bunga-bunga yang indah pun rontok, daun-daun yang menghiasi taman itu muali berguguran, rerumputan mulai layu. Ia merobek ilalang, menerjang perdu, mengejar kupu-kupu itu. Gerakan semakit gesit dan liar. Seluruh taman ia jelajahi, kupu-kupu kebingungan. Ia tidak menyerah, sejam, dua jam, ia terus mengejar kupu-kupu itu, namun belum satupun kupu-kupu tertangkap. Ia mulai kelelahan, gerakannya mulai lamban, keringatnya bercucuran. Namun tidak ada tanda-tanda ia ingin berhenti untuk menangkap. Ia terus memburu, terkadang ia jatuh sempoyongan. Nafasnya mulai naik-turun dengan cepat. Taman yang sebelumnya indah kini berubah tidak beraturan. Tiba-tiba, “berhenti dulu anakku, istrihatlah!” pak tua itu menghentikannya, dengan lahkah penuh wibawa raut wajah penuh rona kebijaksanaan, ia menghampiri pemudi tadi, dipundaknya ada dua kupu-kupu yang hinggap. “ Nak…., kau sudah lelah, kau sudah capek.., berjam-jam kau berlarian, kau robek taman-taman yang indah dengan gerakanmu, tapi kau belum dapat menangkap kupu-kupu satupun untukku, begitukah caranya kau mengejar kebahagiaan? Berlari dan menerjang? Merusak pesona taman? Kau injak-injak rerumputan hijau? Kau tidak peduli apa yang ada disekelilingmu? hanya dengan waktu sekejap taman ini sudah berantakan, beginikah caramu mencari rasa kebahagiaan itu?,”. Pak tua menatap pemudi itu dengan penuh kasih. Pak tua, memegang pundak pemudi itu. Lalu berkata, “Nak…mencari kebahagiaan itu seperti menangkap kupu-kupu. Semakin kau terjang, ia semakin lari dan menghindar. Semakin kau buru, maka semakin ia menjauh dari dirimu.” “Tangkaplah kupu-kupu itu dalam hatimu. Karena kebahagiaan itu itu bukan benda yang dapat kau genggam atau sesuatu yang dapat kau simpan. Carilah kebahagiaan dalam hatimu, telusuri rasa itu dalam kalbumu, ia tidak akan lari, bahkan tanpa kau inginkan ia muncul dan menampakkan,”. Ia mengulang kata-katanya, “Nak..carilah kebahagiaan dalam hatimu”, sambil ia memegang dada kirinya, “kebahagiaan itu disini, bukan di sana, dia selalu menyertaimu, selalu berada dekat denganmu!, kenapa kau jauh-jauh berpetualang hanya demi kebahagiaan yang tidak pasti kau dapatkan, mengapa kau sibuk siang malam dengan ego mu, yang tidak pasti kau dapatkan, Nak..! carilah dihatimu, karena ruang hati cukup luas, apa yang kau inginkan akan kau dapatkan dalam hatimu!,”. Shobat, mencari kebahagiaan itu seperti mengejar kupu-kupu, semakin kita bernafsu untuk menangkapnya, semakin ia menjauh dari kita, semakin kita memburunya, ia semakin gesit dan sulit kita tangkap. Namun kadang sangat mudah kita menangkapnya, bahkan tanpa kita tangkap ia akan hinggap, bagi kita yang tahu caranya.
Shobat, kita terjang apa yang ada dihadapat kita, kita sikat apa yang menghalangi kita, kita sikut yang semua penghambat-penghambat. Namun kupu-kupu itu terkadang belum kita dapatkan. Kenapa….? Demikian juga dengan kebahagiaan!. Setiap kita mengejar kebahagian dengan nafsu dan kenginan yang meluap-luap, namun kebahagian belum kunjung tiba, semakin kita bernafsu semakin sulit ia hinggap dalam hidup kita. shobat, kebahagiaan itu bukan benda yang dapat kita indra, kebahagiaan itu bukan materi yang dapat kita genggam, keindahan itu bukan barang yang dapat kita simpat. Kebahagiaan itu bukan mobil yang mahal, bukan rumah yang mewah, bukan istri atau suami yang cakep, kebahagiaan itu bukan uang yang melimpah, kebahagiaan itu bukan nasab yang agung, kebahagiaan itu bukan wajah yang tampan, kebahagiaan itu bukan jabatan yang tinggi. Kebahagiaan itu bukanlah barang yang dapat digenggam,bahkan disimpan. Namun, kebahagiaan adalah udara, kebahagiaan aroma harum dari udara itu. Shobat, kebahagiaan itu ada dalam hati, ada dalam hati, semakin kita bernafsu mengejarkan ia semakin jauh. Shobat, temukalah kebahagiaan dalam hati kita. Biarlah ia merdansa dan menari-nari dalam hati kita, biarkanlah ia terus bersemayam dan abadi dalam kalbu kita. Maka temukanlah kebahagiaan dalam setiap langkah apa yang kita lakukan. Dalam susah, dalam belajar, dalam merenung, dalam sunyi, dalam kegembiraan, dalam kesedihan. Temukanlah kebahagiaan itu, dia tidak akan lari bahkan mendekat jika kita terus belajar mencari kebahagiaan dengan hati lembut, dengan hati tulus dan dengan hati tenang. Shobat, buatlah ia hinggap selalu dalam diri kita, karena ia ada dimana-mana, bahkan setiap langkah dan kerdip kita ia selalu menyertai, namun terkadang kita acuh dan cuek dengan itu, sehingga kita merasa tidak pernah ada kebahagiaan yang hinggap dalam diri kita. Temukanlah..! selalu kebahagiaan itu dalam hati kita, jangan mengeluh karena tidak bahagia, namun mengeluhlah kenapa hati tidak tulus mencari kebahagiaan. 
Halimi Zuhdy
Cemburu adalah sifat yang dimiliki manusia, dan cemburu merupakan hal yang alamiyah yang melekat pada manusia, meskipun kadar kecemburuan itu berbeda namun setiap manusia dihinggapi rasa itu. Kadang rasa cemburu itu berlebihan (khulugh) sehingga membuat sipencemburu gila, stres, pemarah bahkan tidak mengenal aturan, ini yang akan membawa pada kehancuran dan ketidak setabilan hidup. Ada juga seseorang yang memiliki rasa cemburu tapi sedang-sedang saja, sesuai dengan situasi dan kondisi, kecemburuannya akan membawanya pada keindahan dalam hidupnya. Juga ada orang yang sangat lemah rasa kecemburuannya, ini bisa membawa pelakunya pada kebinasaan dirinya dan juga dapat mencelakainya. Sifat cemburu kalau dalam hal positif sangatlah dibutuhkan dan bahkan wajib, ia akan menjadi tameng, seperti cemburu dalam agama dan keluarganya. Seperti, ia cemburu jika agamanya diinjak-injak,dilecehkan bahkan dihina. Maka, jika ia adalah seorang pencemburu pada agamanya, ia akan menyelamatkan agamanya sesuai dengan kemampuannya, meskipun nyawa sebagai taruhannya. Hal sudah dibuktikan oleh Rasulullah saw, karena demi agama yang mulya itulah Rasulullah dalam hidupnya tidak pernah sepi untuk berperang sehingga ia mampu mengangkat kalimatullah hanya karena kecemburuannya. Karena ia tidak mau agamanya diinjak-injak, dihina dan bahkan dilecehkan. Dan karena Rasul sangat pencemburu pada sahabatnya dan keluarganya, ia tidak mau mereka masuk dalam kobaran api neraka, ia tidak ingin para sahabatnya melakukan hal-hal yang jauh dari syariah. Allah swt juga sangat pencemburu, bahkan lebih pencemburu ketimbang manusia, karena sangat sayangnya Allah sama manusia, dia sangat murka jika melakukan hal-hal diluar aturanNya, dia berjanji untuk memasukkan ke Neraka Jahannam, jika hambanya memilih selain-Nya, membuat kekasih selain-Nya, bahkan membuat tuhan selain-Nya apalagi tidak mengakui keberadaan-Nya yang telah menciptakakan. Sedangkan kecemburuan yang berlebihan adalah cemburu diluar kendalinya sampai pada taraf shu'ud dhan ini yang dilarang oleh agama, sehingga sangat banyak orang yang saling membunuh tanpa ada bukti yang nyata. Seperti seseorang mencintai kekasihnya, dan melihat kekasinya bersenang-senang dengan orang lain, maka ia akan bertindak, jika dia seorang pencemburu tanpa rasionalitas maka ia langsung akan membunuhnya, tapi jika dia seorang pencemburu tapi masih dalam garis-garis sayariat maka ia akan memberikan pelajaran dan mungkin keduanya akan diperingatkan, tidak harus ada tindakan yang sampai melampaui batas. Tulisan ini berangkat dari sms istriku Sayyidah Hafshoh, bunyinya demikian " Saya pingin terus SMS sama jenengan, sampai mau habis lagi pulsanya, barusan Fulanah ke kamar, mengapa umah masih selalu ingat hubungan jenengan sama beliau, sakit hati nih, mungkinkah saya cemburu? Dalam sms ini ada pertanyaan mungkinkan saya cemburu? Mungkin saja, karena kenangan seseorang itu akan selalu mengingatkannya pada masa-masa yang telah dilewatinya, apalagi dalam kondisi yang tidak setabil, meskipun kenangan itu sudah kusam maka ia berusaha untuk mengangkatnya demi untuk menyatakan keberadaan cintanya. Terkadang seseorang yang lagi bercinta, jika ada orang lain diantara keduanya, maka sifat cemburu itu akan membeludak, mengapa? Karena di sana ada cinta, cinta adalah memilki, entah memiliki hanya, tubuhnya dan ruhnya. Kata beberapa orang cinta tidak harus memiliki, kalau cinta tidak memiliki itu bukan namanya cinta tapi penghianat cinta, mengapa karena tidak ada sesuatu dalam dirinya. Kalau ia benar-benar cinta maka dala pikirannya ada dia, hatinya ada dia, dan selurh geraknaya dipenuhi oleh dia. Ini namanya memiliki. Kalau saya mencintai Allah dan Rasullanya, apakah Allah harus selalu bersama saya (secara dhahir) dan Rasulullah selalu menemani saya? tidak. Kerena ketidak tampaan itulah, yang membuat ujian cinta. Kalau seseorang yang kita cintai sudah ada didepan mata dengan tubuhnya yang seksi, ini wajar saja! Mengapa, karena ia tampak. Tapi sesuatu yang tidak tanpak ini yang sulit untuk menguraikan cinta apalagi harus bercinta dengan keghaiban. Maka, cinta haruslah memiliki……!!!!
Mungkin karena cinta dan kerinduan itulah yang membuat seseorang harus cemburu, meskipun dia tidak tampak. Kemudia saya membalas sms tersebut, "Apa yang harus jenengan cemburui, hati saya sudah tertutup jenengan, sudah penuh dengan cinta sama jenengan, tak ada ruang untuk orang lain. sayang, abi gak pernah nangis karena rindu ,kecuali detik-detik ini ,hati selalu berteriak memanggil jenengan. sayang, abi sudah cukup dengan jenengan. Seandainya jenengan tahu apa yang ada dalam hati abi saat ini, jenengan akan menangis. Abi sangat mencintai jenengan. Kalau jengan cemburu, abilah yang paling cemburu sama orang-orang yang jenengan pernah cintai dan mencintai jenengan, apalagi sampai ada cincin yang melekat di jari-jari jenengan. mah, apa cincin itu masih ada?.mah, jenengan gak usah mikir macam-macam.Abi utuh milik jenengan. Semua orang punya sifat cemburu termasuk saya, dan itu tidak salah, karena ia akan mampu untuk menjaga diri saya untuk melakukan sesuatu sehingga akan teringan istri, demikian juga dia, karena melihat kecemburuan itulah dia juga takut akan melakukan diluar kehendak suaminta. Namun, kecemburuan ini, harus diikat dengan iman dan takwa, dan tidak melampaui batas (ghuluw), jika sudah pada taraf ghuluw, maka bukan lagi ketentraman dan keindahan yang akan tercipta tetapi malapetaka. Jika sedikit-sedikit muncul rasa cemburu, kemudia kapan rasa bahagianya. Kemudian ia membalas demikian Maaf ge sayang, cincinnya sudah hilang, seperti hilangnya masa lalu, karena telah hadir lentera dalam kehidupan saya, yang telah memberi sinar dalam hidup untuk mencari RidhaNya, saya sangat takut kehilangan jenengan. Melihat dari kalimat-kalimat tadi kecemburuannya bukanlah hal jelek tetapi karena ketakutan akan hilangnya orang yang dicintai sehingga bayangan-bayangan masa lalu tanpak memenuhi pikirannya. Maka saya balas demikian : Sayang kita tidak boleh bergerak di tempat,AYO KITA RANCANG HIDUP KITA, tuliskan, untuk masa depan. Masa lalu hanyalah pelajaran, hari ini adalah kenyataan, besok impian. HILANGKAN MASA LALU. Kita hilangkan masa lalu dengan bergerak menuju masa yang akan datang. Mengapa? jika kita hanya termenung menyaksikan masa lalu maka kita tidak akan pernah bangkit, jika kita menyaksikan masa lalu dengan kemegahan maka kita hanya dapat berkhayal dan beresktasi dengannya. Jika yang kita ingat masa lalu adalah hal yang jelek maka kita hanya bisa menangis meraung-raung tanpa ada perbaikan. Maka, bergerak ….bergerak….adalah lebih baik menyongsong masa depan dengan merancangnya, dan melakukan aktifitas hari ini dengan penuh semangat, dan melihat masa lalu kalau ia jelekadalah sebagai pelajaran, tapi kalau baik itu sebagai ibroh khairiyah sehingga kita mampu belajar lebih banyak. (Riyadh)
Sabar ya sayang. disinilah kita bisa menikmati rasa rindu yang dikaruniai oleh Allah, memberi pelajaran tentang kehidupan, Umah selalu berdoa semoga jenengan kuat menghadapi ini semua. Sabar..ya sayang.!!! (Sayyidah Hafsoh) 15/11/2007
Sayang, dunia ini penuh dengan keindahan, maka rengkuhlah ia Dengan seluruh cinta dan kerinduan Maka ia akan membawa kita pada surga yang penuh kenikmatan, Cinta dan kerinduan pada Allahlah yang sungguh menyenangkan, Ingat sayang, Allah sangat pencemburu, maka jangan sampai Dia cemburu pada kita karena cinta kita , sehingga melupakan cinta pada-Nya. (Halimi Zuhdy) 15/11/200
HALIMI ZUHDY Suatu hari, seorang anak muda pergi berbelanja ke toko suvenir. ia mencari sebuah hadiah untuk kekasihnya yang sangat ia cintai. Sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke 21. Setelah sedemikian lama melihat-lihat. Mata pemuda itu menangkap cahaya yang gemerlapan dari dalam lemari yang indah, cayaha itu muncul dari pantulan cangkir yang diterpa matahari siang itu. Pemuda itu memanggil pelayan toko. “Mbak! bisa lihat cangkir itu”. Pelayan toko itu tersenyum. dan berkata, “boleh, asalkan Mas tidak memegangnya”. Kemudian, “boleh Mas pegang, asal tangan Mas bersih”,. Pemuda itu membolak-balikkan tangannya dan berkata, “Mbak! tanganku bersih sekali, bolehkan?”. “boleh, tapi harus hati-hati” kata pelayan itu. Pemuda yang lagi terpikat dengan kecantikan cangkir itu, tersenyum. sambil mendekati cangkir cantik itu, Ia bergumam. “cantik banget..!, aku belum pernah melihat cangkir secantik ini, pasti kekasihku sangat senang menerimanya”. Ketika pemuda mau mengambil cangkir itu, cangkir yang ada dihadapannya berbicara. “hai pemuda..! hati-hati memegangku, kalau aku jatuh dan pencah, kamu harus menggantinya, dan kamu tidak dapat memiliki kecantikanku”. Pemuda itu tersenyum, dan berkata, “ia…cantik!, aku akan memegangmu dengan hati-hati, aku terpikat dengan kecantikanmu”. Cangkir cantik itu, berkata, “pemuda.!, semua orang terpikat melihat kecantikanku namun tidak semua orang dapat memilikiku”. Kemudian cangkir itu melanjutkan kisahnya, “Dulu aku ini hanya seonggok tanah liat kotor, yang tidak berharga, tidak sorangpun melirikku apalagi mengambilku. Namun pada suatu hari, seorang pengrajin dengan tangan kotornya, mengerukku dan pelemparkanku ke sebuah roda berputar”. Aku tidak dapat menghindar dan menolaknya, karena aku hanya tanah yang kotor dan tidak berharga. Setelah itu, ia memutar-mutar roda itu, aku berteriak untuk dihentikannya, karena kepalaku terasa pusing sekali. stop! Stop! Stop aku berteriak dengan keras, namun orang itu berkata, “belum!”. Lalu ia mulai beraksi kembali dengan memukulku, menusukku, menginjak-injakku berulang-ulang. Stop! Stop! Stop! Aku berteriak dengan harapan ia tidak melanjutkan, tetapi ia berkata, “belum!,”. Belum aku bernafas dengan lega, ia melemparkanku ke perapian. Aku kepanasan, dan belum pernah aku disiksa seperti itu. Aku terus dipanaskan, dibolak balik, aku hampir putus asa. Dan aku berteriak-teriak, panas! Panas! Panas! Namun ia sedikitpun tidak memperdulikanku. Tatap saja ia bilang, “belum”,. Kapan siksaan dan penderitaan ini selesai, kenapa nasibku seperti ini. Betapa senangnya teman-temanku yang tidak mendapati siksaan seperti yang aku alami. Sambil meniteskan air mata, aku memohon agar ia tidak melanjutkan penyiksaan itu, karena aku sudah tidak kuat lagi. Aku mulai gembira, karena ia mengangkatku dari perapian itu. Dan mebiarkanku sampai dingin. Aku pikir, mungkin itu akhir dari penyiksaan dan penderitaanku. Oh, ternyata belum. Setelah dingin, aku diberikan pada seorang wanita yang belepotan cat. Ia memolesku dengan warna, yang baunya sangat tidak aku senangi, membuat aku sesak dan sulit bernafas. aku berkata, “stop! Stop! Stop! Aku sudah muak dengan semua ini, aku mohon jangan dekatkan cat itu padaku. Tetapi, perempuan itu, tetap saja membolak-balikku dan memolesku dengan cat yang baunya mintak ampun. Namun wanita itu berkata sama dengan laki-laki jahat tadi, “belum”. Aku melihat diriku berubah, dari satu warna menjadi warna-warni. Namun apalah artinya perubahan itu buatku, aku tidak merasa apa kecuali siksaan yang pedih dan memuakkan. Ternyata, tidak sampai disitu. Aku diserahkan pada seorang laki-laki, ia sangat mengerikan. Dengan tangan kekarnya ia mengambilku. Laki-laki itu, memasukkan aku ke perapian lagi, rasanya lebih panas dari sebelumnya. Saya merasa ini mungkin akhir hidupku, dan setelah ini aku tidak dapat melihat dunia lagi. Hanya kenangan yang tidak pernah saya lupakan, yaitu kenangan betapa pahitnya hidup. Aku berteriak dengan sekuat tenagaku. “Hentikan! Hentikan! Aku tidak kuat lagi! Panas! Panas! Panas!, namun laki-laki itu tidak sedikitpun menoleh padaku, aku dibiarkan berteriak-teriak dan kepanasan. Ia terus membakarku. Lalu, setelah beberapa lama, mungkin ia sudah puas dengan menyiksaku, kini aku diangkat dan dibiarkan dingin. Setelah didinginkan beberapa lama, seorang wanita dengan tangan cantiknya mengangkatku. Aku ditempatkan di etalese yang indah, dan disekelilingku ada benda-benda yang cantik. Aku kaget dan heran ketika aku melihat perubahan pada diriku, betapa cantiknya diriku, dan teman-teman disekelilingku. Mereka yang mengalami penderitaan seperti apa yang aku alamai. Aku sungguh tidak percaya, dengan perubahan ini. Yang dulunya aku hanya benda yang tidak berharga sekarang menjadi tontonan dan diistimewakan. Setelah melihat perubahan ini, terasa penderitaan dan cobaan yang aku alami selama ini sirna seketika. Terima kasih pengrajin!, terima kasih Tuhan! Yang telah menyerahkanku pada tangan pengrajin. Shobat. Suatu gambaran penderitaan yang luar biasa. cobaan dan penderitaan adalah bagian hidup kita, namun kadang kita antara sadar dan tidak, bahwa cobaan dan penderitaan adalah sebuah proses menuju sebuah keindahan dan kebahagiaan. Shobat. Seperti cangkir itulah, Allah swt membentuk kita. memang penderitaan yang Allah berikan pada kita sakit, menyiksa, penuh penderitaan, aliran mata, dan hilangnya harta. Mungkin dengan cara itulah Allah swt merubah dan bentuk diri kita menjadi baik dan terbaik. Dan dapat memancarkan caha-Nya. Jika cobaan dan penderitaan menimpa kita, anggaplah cobaan dan penderitaan itu adalah sebuah proses kita menuju kebahagiaan, dan cobaan itu adalah sebuah kenikmatan yang diberikan Allah swt untuk membentuk dan menjadikan kita lebih maju dan lebih hebat. Kita tahu bahwa cobaan itu akan menghasilkan sebuah keberaniaan, ketekunan, kesungguhan, dan pengalaman. Biarlah keberaniaan, ketekunan, kesungguhan, dan pengalaman memperoleh buah yang matang. Apabila kita mengalami penderitaan dan cobaan, maka betapa indahnya jika berlapang dada dan tidak kecil hati, karena seorang kekasih untuk melihat kesetiaan kekasihnya adalah dengan melihat bagaimana ia sabar dalam menderita. Anggaplah penderitaan itu sebagai ujian karena kasih dan rahmannya Allah pada kita. karena kasih dan cinta-Nya Allah membrikan penderitaan itu. Bentukan-bentukan itu memang menyakitkan, tapi setelah proses itu selesai maka kita akan melihat betapa cantiknya Allah membentuk kita dengan cobaan dan tantangan yang kita hadapi. Dan seluruh cobaan yang diberikan Allah itu pasti ada hikmahnya, karen Allah tidak berbuat main-main pada hamba-nya. Dan pastilah ada kemanfaatan dibalik itu semua. Kalau kita belum dapat dan belum merasakan hikmah itu maka kita harus selalu muhasabah. Mungkin kita yang terlalu kotor dan terlalu berprasangka buruk (su’u dhan) sehingga tidak dapat meneyelami dan mengambil hikmah yang diberikan-Nya.
*) Cerpenis asal Madura. Ketua Sanggar Al-Abqory Madura, Kini tinggal di Malang.  Pada satu malam istri saya hanya mengajar santriwati biarpun yang hadir itu cuman dua anak. Dengan tekunnya dia membimbing mengaji. Baginya mengajar dua anak dan mengajar dua puluh anak sama saja karena itu tugasnya. dulu pernah saya berbincang dengannya, katanya mengajar bukan profesi namun sebuah panggilan jiwa. Sekalipun tidak sebagai pengajar dalam formalitas namun mengajar bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Itulah sebabnya mengajar adalah kecintaan yang terdalam pada kemanusiaan.
Makna cinta bagi setiap manusia berbeda. Makna cinta itulah yang juga memaknai kehidupan bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi masyarakatnya, bagi bangsanya, bagi dunia dan bagi alam sekitarnya. Ada orang yang merasa dirinya bermakna tetapi tidak dipandang bermakna oleh orang lain, sebaliknya ada orang yang merasa dirinya bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, tetapi orang lain sangat menghormatinya. Ada seorang tokoh, oleh Amerika dipandang sebagai terroris yang sangat jahat, tetapi oleh bangsanya sendiri dia dielu-elukan sebagai pahlawan sejati. Ada orang yang tinggal berada dalam suatu lingkungan dalam waktu yang lama, tetapi kehadirannya tidak berpengaruh apa-apa bagi lingkungan masyarakatnya maka ia tidak dipandang bermakna, hadirnya tidak membuat genap, dan absennya tidak membuat ganjil.
Sebaliknya ada orang yang hanya melintas sebentar dalam kehidupan masyarakat, tetapi karena kehadirannya membawa perubahan besar kepada tatanan masyarakat maka sepeninggal orang tersebut namanya masih selalu disebut, gagasannya masih selalu didiskusikan, pendapatnya masih selalu dirujuk orang. Waktu yang sebentar tetapi fungsional dalam membawa perubahan, maka kehadiran sebentar itu dipandang sangat bermakna, sehingga nama orang itu diabadikan dalam nama jalan atau gedung, atau bahkan banyak bayi lahir yang kemudian diberi nama dengan nama orang itu.
dan orang itu adalah anda!
Salam Cinta,
dari seorang sahabat : Agussyafii
 Adakah istri yang tidak cerewet? Sulit menemukannya. Bahkan istri Khalifah sekaliber Umar bin Khatab pun cerewet.
Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa. Menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkanistrinya pada Umar.
Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya mendengarkan, padahal di luar sana,ia selalu tegas pada siapapun?
Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP4. Apakah BP4 tersebut?
1. Benteng Penjaga Api Neraka
Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal; syahwat.
Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelak diterimanya Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan akhirat.
Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan liuka yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.
2. Pemelihara Rumah
Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap sia-sia Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran.
Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.
3. Penjaga Penampilan
Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaianannya, memilihkan apa yang pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu
4. Pengasuh Anak-anak
Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salahdengan pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, ?akulah yang membuatnya begitu.? Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.
5. Penyedia Hidangan
Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi. Di meja makan suami Cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam,sambal terasi danlalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung; tadi bagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi anggaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami.
Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga di pundaknya.Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.
Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda.Hingga tak terhindar pertumpahan ludah dan caci makitak terpuji.
Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilakuUmar ini. Ia tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya.
dari sahabat Oleh : Ahmad Bustam
Apakah cinta itu harus menyatu dan menjadi satu, maka pasti jawabannya adalah ia. Tapi, dalam sisi lain saya mencoba menghayati cinta dari belahan samudera yang lain. Benarkah cinta harus menyatu dan menjadi satu?. Jawaban saya tidak harus, mengapa karena gelombang cinta telah membawaku pada muara rindu, dari kerinduan itulah sebenarnya saya rasakan cinta yang sebenarnya. Jika saya selalu berkumpul dan menyatu dengan istri, maka keindahan itu tidak saya dapatkan seperti sekarang ini, yang hati dan pikiran selalu mengingatnya dalam jaga dan tidurku. Mungkin itu cinta, namun jika saya selalu didekatnya mungkin cinta itu menjadi biasa. Tidak ada yang luar biasa! Karena cinta itu adalah kerinduan yang mendalam dari seorang kekasih untuk kekasihnya. Kerinduan Nabi saw, para Wali dan hamba-hamabanya yang sholeh adalah sebuah pertemuan dengan Kholiq, sehingga sangat banyak kisah para sahabat yang ingin cepat meninggalkan kegersangan bumi ini untuk bertemu dengan hadiratnya. Dan pertemuan denganNya lebih indah dari pada sorganya. Saya katakan pada istri saya bahwa kasih sayang saya semakin bertambah karena ternyata jarak benar-benar membuatku ekstasi untuk selalu berada di dekatnya dan tidak ingin lagi meninggalkannya. Dengan nahkoda kesabaran dan kesepahaman akan membawa keluarga pada dermaga sakinah, mawaddah dan rohmah.
Yah umah sayang jenengan ,saya gak pernah pingin meninggalkan jenengan,itu rasa ketakutan umah,dan gak usah dipikir geh sayang! semua kita serahkan kepada Allah,adik dan umah selalu sabar menunggu jenengan.( SMS dari seorang istri)
Sabar ya sayang. disinilah kita bisa menikmati rasa rindu yang dikaruniai oleh Allah, memberi pelajaran tentang kehidupan,Umah selalu berdoa semoga jenengan kuat menghadapi ini semua. Sabar..ya sayang.!!! (SMS dari seorang istri)
Riyadh, 12 April 2008

halimi zuhdy
Masih adakah marah dalam cinta, pertanyaan itu muncul ketika istri saya bertanya tentang marah, saya jawab " bagaimana bisa marah pada orang yang membuat hatkui selalu merindukannya dan membuat mata tidak mampu terpejam karena cintaku,dan hatinya sudah saya rengkuh dalam batinku" adakah marah dalam cinta, tentunya ada, tapi sejauh mana kita bisa marah pada istri, istri yang telah melayani kita sehingga kita terselamatkan dari zina dan kerusakan moral, istri yang telah memberikan senyumnya ketika kita marah, istri yang memberika rindu ketika dalam kegersangan, istri yang telah memberikan cahaya cinta ketika kita dalam kegelapan, istri yang telah membelai kita dalam kondisi stress, istri yang telah memberikan samudera kasih sayangnya dalam diri kita, memberikan solusi, membuat kita tersenyum dalam kesedihan, dan memberikan seorang anak dengan usahanya yang cukup memayahkan, bahkan antara hidup dan mati। PANTASKAH KITA MARAH PADANYA. Masih ada rasa marahkah dalam diri kita karena hanya gara-gara persoalan kecil, yang masih bisa kita selesaikan dengan damai dan musyawarah. Masih adakah keinginan marah kepadanya, hanya gara-gara berbuat sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita, dan itu tidak melanggar syari'ah, karena kita diciptakan memang berbeda, masihkan kita bersikukuh demi meuaskan keinginan kita dan marah ketika tidak sama dengan apa yang kita minta. Jika masih bisa marah padanya, maka tanyakan pada diri kita masih adakah rasa cinta itu padanya. Betapa junjungan kita selalu membahagiakan istrinya, berbuat lembut pada mereka dan selalu memberikan yang terbaik, bahkan tidak pernah berbuat kasar. Toh kalau mereka salah, ia menegur dengan lemah lembut. Dan ia sangat mesra dengan para istrinya. Di antara kebaikan akhlak Nabi SAW dan pergaulannya yang baik adalah beliau memanggil ummul mukminin dengan nama kesayangan, dan memberi kabar yang sangat menyenangkan hati. Pada suatu hari Rasulullah bersabda " wahai 'Aisyah, ini jibril mengucapkan salam kepadamu". (Muttafaq alaih) Aisyah berkata "Aku minum ketika sedang haid, lalu aku memberikannya kepada Nabi SAW, maka beliau meletakkan mulutnya ketempat bekas mulutku, dan aku memakan daging lalu beliau mengambilnya dan meletakkan mulutnya dibekas mulutku".(HR. Muslim). "Dari 'Aisyah aku mandi bersama Rasul dengan dari satu bejana" (H.R Bukhari). Al-Bukhari meriwayatkan bahwa-sanya tatkala Rasulullah saw kembali dari perah Khaibar dan menikah dengan Shafiyah binti Huyay r.a beliau melilitkan kain di sekitar untu yang dikendarainya untuk menutupi Shafiyah, kemudian beliau duduk di samping untanya, lalu Shafiyah meletakkan kakiya di atas lutut Nabi saw sebagai pijakan ketika naik kepunggung unta. Pemandangan ini menunjukkan kerendahan hati Rasulullah saw, walaupun beliau seorang pemimpin yang sukses, ini ajaran yang sangat indah dari seorang teladan. Pesan Rosulullah saw " Ala was taushu bin nisa', berwasiatlah kepada wanita dengan baik" (HR. Muslim).
Riyadh, 13 April 2008
| |