Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH


 

Blog EntryApr 13, '08 3:25 AM
for everyone



------------------
diawal cerita kudengar negeriku indah nan subur
biji bertebar dihembus angin menjadi pohon tanpa
tangan

anak-anak pada riang menikmati secangkir madu
serutu berhembus menebar angan bapak-bapak
asappun mengepul, berbau kesturi dari bilik dapur

hijau dan rindang kutemukan dari alamku
kesejukan muncul dari angan dan kenyataan
anak-anak pada kuceritakan keindahan
senyumpun tersungging dari bilik mulut mereka

harapan hidup seribu tahun tak menjadi kenyataan
kini negeriku tak tersenyum lagi
asappun yang dulu mengepul dari bilik-bilik
kini hanya mengepul dari bilik sang bapak pemilik
modal dan kekuasaan

biji yang dulu tanpa ditanam, kini tak lagi kutemukan
karena gigi runcing tikus terus merayap
melahap dan melahap

anak-anakpun tak mendengarkan ceritaku yang dulu
karena kini sudah kusimpan dipeti mati dengan kunci
rapat
dipenghujung cerita, aku hanya penatap
negeriku pilu penuh dengan tikus-tikus
yang katanya tikus dinegeri paling banyak

Surabaya, 2005


Halimi Zuhdi Ls
Sumenep, 19 September 2005
Tulisannya tersebar di media lokal dan nasional,
ketua sanggar al-Abqory. Antologi Puisinya
Penyair-penyair Sufi, 2003. Kata Tak Bermakna, 2004.
Tak ada "kata" cinta untuk Tuhan, 2005. Selaput Cinta
yang robek, 2005

Blog EntryApr 13, '08 3:24 AM
for everyone
 ------------ kegilaanmu dipenghujung cinta dan harapan
seuntai mutiara harapan, kau rajut
di altara cinta dan kasih sayang
kau cari kebahagiaan dengan tangan menengadah
dengan mulut komat-kamet, tubuh penuh keringat, napas
tersengal
kau tembus panas keganasan metropolitan
kau tidur beralas Koran dengan berbantal batu
yang keluar dari mulutmu berat rasanya hidup ini
kau tak mengerti mengapa kau jadi begini
kau tak paham mengapa kau terseok-terseok dengan
harapan hampa
kau tak mengerti kau telah dihianati di kerajaanmu
sendiri
kau sebenarnya yang berkuasa tapi kini kau dikuasai
kau sebenarnya yang berhak mengatur, tapi kau kini
diatur
suaramu tak lagi didengar, BBM tetap merangsung
kini kau diajak untuk berperang
sekelilingmu menatap tanpa dosa
renai-renai mentari semakin susut
kelam tiba dalam rayuan
raja-raja dan bandit kekuasaan pada menuai dadar dan
roti hangat
sedangkan kau penuhi tubuhmu dengan racun-racun tikus
karena kau lagi haus
kau jilat-jilat sepatu busuk di kerajaan yang bertuhan
kau tidak salah karena hidup di kerajaan para pengecut
jeritan terakhirmu kudengar, kau terhampar kaku
dengan perut tak berbutir
mulut tak berair
kau tebus keserakahan penguasa dengan titik nol
garis-garis hidupmupun tidak jelas, karena titik-titik
itu tak pernah bertinta

Malang, 2005

Blog EntryApr 13, '08 3:23 AM
for everyone

 


PESAN KATA PADA TITIK

Halimi Zuhdy LS

Kata berseloroh pada titik
Mampukah titik membuat makna
Titik bisanya, menyulam garis
Menjadi rangkaian huruf- huruf.

Pesan kata pada titik :
Jika kau mau bertandang padaku
Bertandanglah dengan hati-hati
Karena kau akan menjadi malapetaka
Jika ttitikmu meleset

Tetaplah tersenyum diantara aku
Karena kau dicipta hanya untukku

Janganlah kau ceroboh
Agar manusia dapat memahamiku

Tanpa kau akupun tak ada
Keujudanku karena ujudmu

Kata ketawa, titik pun tersenyum ria
Malang, 2005
Arti Sebuah Pengorbanan
Halimi Zuhdy Ls*)


Blog EntryApr 13, '08 3:23 AM
for everyone
 




Sayang.. akan kulamar engkau
Dengan senyumku
Tanda tunangannnya
dengan harum bauku
sayang… kapan kita menikah
sekarang, besok, atau lusa…
ah..aku ingin nikah besok saja denganmu
aku tidak kuat lagi
tuk menikmati malam pertama denganmu
sayang…..
aku nikah denganmu
dengan jarak sebagai maskawin
walimu adalah angin yang berhembus
sedangkan saksinya adalah tubuhmu yang lembut
dan setan yang lagi tertawa

sayang..
bulan madu kita nanti di penghujung cita-cita
malam pertamanya ……
akan kupeluk kau dengan lamunanku
selimutnya agan-angan

kita akan bina kebahagiaan
dihari tua dengan bayang-banyang ,
bayang-bayang rindu yang tak pernah sampai
bayang-bayang cinta yang mungkin hanya tinggal
kenangan

kita akan hidup bahagia dengan
anak rindu yang selalu kuharap
akan kuberinama “hanya”
karena “hanya” yang dapat membuat
kuteringat dengan senyummu
ya..hanya kegagalan

Selamat tinggal………….
Malang, 2005


Blog EntryApr 13, '08 3:22 AM
for everyone
 


Halimi Zuhdy

Jejal – jejal kau cari
Dengan langkah seribu cintamu.
Di negeri gurun
Ibarat lebah kau senandungkan ayat-ayat cintamu
Tuk mendapatkan setetes madu rindumu
Dalam aroma kesturi kasih sayangmu
Kau kerenyitkan dahimu
tuk melanggengkan pancaran matamu
dalam menatap masa depanmu
kau langkahkan kakimu
tuk menuai hasratmu
dalam fatamorgana fikiranmu
Hai para musafir
Jika kau samudra
Hempaskan ombakmu
Tuk membawa sampan menuju dermaga cita-citamu
Jika kau benar samudra
Biaskan mutiara cantikmu
Agar dunia silau dengan gemerlap senyummu
Hai para musafir
Jiika kau benar angin
Desirkan kabar
Ke seluruh lorong kejahilan
Bahwa kau adalah kesolehan pembawa kebahagian
Jika kau benar api
Bakar hasratmu
Lahap dahan-dahan kemalasanmu
Kobarkan semangatmu
Menuju satu titik kebangkitan
Wahai para musafir
Petiklah bunga-bunga dikebun ma'rifah
Agar harumnya menyeruak memenuhi relung hatimu

Riyadh, 4 Maret 2008
(Dibacakan pada acara Pelatihan Kepemimpinan Pemudah Indonesia di Luar Negeri, Riyadh Saudi Arabiyah,bersama Bapak Dubes dan Mendikbud dan Mantan DirJenDikti


Blog EntryApr 13, '08 3:21 AM
for everyone
 


Halimi Zuhdy

beribu jiwa
telah kau beri kesegaran
dengan zam-zam cintamu

yang haus telah kau kenyangkan
dengan kerinduan

kau terpancarkan dari sebuah perjuangan
perjuangan seorang yang tidak pernah menyerah
demi sebuah kasih sayang
kasih sayang seorang ibu
Siti Hajar, itu teladan sepanjang zaman
Bagi kerinduan dan kasih saying

Kau gemercik namun berkumpul
Itulah arti Zam-zam mu!

Kau diberikan banyak keistimawaan
Oleh sang pencipta
Tuk membelaikan cinta bagi manusia
Syaba'ah, murwiyah,nafi'ah, afi'ah
Maimunah, barrah, madhmunah, kafiyah
Mu'dzibah, syifa saqamin, tho'amu thu'min
Hazmatu Jibril, maghfuroh

Sungguh, kurasakan sentuhan
Segarmu dalam kerongkongan tenggorokanku
Perutku membuncahkan kenikmatan
Dikala kau alirkan

Sungguh, meminumu
Yang selalu kuinginkan
Dalam musafir gurunku

Ya..Allah, betapa nikmatmu
Sungguh besar, kau lenyapkan
Kehausan ini dengan sorga zam-zammu
Dikala tenggorokan dan tubuhku
Dalam kelelahan.

Kenangan ketika minum air zam-zam
6 dzulhijjah 1428


Blog EntryApr 13, '08 3:20 AM
for everyone
 

Halimi Zuhdy

Kau tempat berteduh
Ismail as dan ibunda tercinta, Siti Hajar
Yang tangan Ibrohim
Membangunmu dari pohon
Agar kau mampu memberikan kehangatan pada kedunya
Dan belaianmu mampu membuat
Kerinduan dan ketengan

Jika ingin sholat di dalam
Sukuplah sholat di dalam Hijr Islmal
Itu sabda Nabi untukmu

Kadang kepala
Tak mampu meletakkan jidatnya
Menuju lantai
Dimana kau dibangun di sana

Mudah-mudahan tahun depan aku dapat
Sujud sepuas-puasnya dihamparan
Keteduhanmu.

Kenangan ketika sholat di Hijir Ismail
10 dzulhijjah 1428


Blog EntryApr 13, '08 3:17 AM
for everyone
 

Halimi Zuhdy

Kau dibelai
Oleh gelombang manusia sepanjang zaman
Dengan mengucapkan bismillah Allah akbar

Pondasi-pondasi ka'bah
Membuatmu semakin kokoh dan indah
Dan menambah keberadaanmu

Rasul bersabda
"Barang siapa meletakkan tangannya
di rukun Yamani dan berdoa Allah akan mengabulkannya"
mudah-mudahan
segala gerak lidahku
terpatri ke pusatnya
dan Istijabah kemudian bahagia

Kenangan ketika membelai Rukun Yamani
10 dzulhijjah 1428


Blog EntryApr 13, '08 3:16 AM
for everyone
 


Halimi Zuhdy

warnamu indah putih menawan
tapi kini kau menjadi hitam legam
manusia yang tidak punya hati
terus merusak keindahan alam
putihmu hanya kenangan
dalam buain sang pejuang islam

kau dicium
bukan karena kau memberi barokah
dan batu agung
tapi, karena kerinduanku pada
sang teladan Ibrahim a.s dan Muhammad saw,
yang telah mengajariku
menjadi orang yang beriman

kadang ku tak dapat menciummu
karena manusia pada mencari posisi
mendekatkan hidungnya padamu
tapi,
apalah arti dekat kalau harus kujelajahi
kekotoran karena saudaraku tersakiti
kulambaikan,
bahwa sebenarnya aku ingin mendekat padamu
dan ingin sekali menciummu
tapi, aku adalah manusia yang tidak punya daya
apalagi upaya….
Kecuali pertolonganmu

Kenangan ketika melambaikan tangan di Hajar Aswad
8 dzulhijjah 1428


Blog EntryApr 13, '08 3:16 AM
for everyone
 


Halimi Zuhdy

Kau terlihat indah
Di antara Hajar Aswad dan Pintu Ka'bah
Kau adalah tempat yang paling mustajabah
Untuk memohon kepada Sang Pencipta

Kutangiskan segala dosaku
Yang menggunung
Yang bersemudera
Bahkan tak pertepi dan tak berujung
Ya …Robbb kabulkanlah segala dosa-dosaku.

Kenangan ketika berada di Multazam
13 dzulhijjah 1428


Blog EntryApr 13, '08 3:15 AM
for everyone

 


Halimi Zuhdy

Kau tempat bersujud pertama
Tuk menemui Sang Pencipta yang utama
Kau tempat bertemunya manusia
Dikala mereka tak tahu mau kemana

Kau menjulang lurus
Ke bait al-ma'mur
Tempat bertasbihnya para Malaikat

Seratus dua puluh rahmat
Diturunka Allah
Di tempat sucimu ini

Betapa tenang hati ini
Dikala kaki mengelilimu
Berlari mendekat dan membelaimu

Sungguh pertemuan ini,
Membawaku pada kenikmatan yang tiada tara

Kenangan ketika Thowaf
8 dzulhijjah 1428


Blog EntryApr 13, '08 3:14 AM
for everyone
 




Haimi Zuhdy

Gelombang thowaf itu
Menghempaskanku tuk merindukan sebuah pertemuan
Pertemuan dalam setiap detak hatiku
Bersama Sang penciptaku

Tujuh putaran
Kutahajjudkan jidat,lidah-kakiku
Menemui keindahannya
Menuju muara hakikat
Tujuh pencipataan buminya
Tujuh hari tuk beribdah padanya
Tujuh Lapisan langit dan buminya
Bergerak
Berputar
Berlari
Dan berhenti itulah….kehidupan yang tidak abadi

Kenangan ketika Thowaf
8 dzulhijjah 1428


Blog EntryApr 13, '08 3:08 AM
for everyone
 


Halimi Zuhdy

Kerinduan itu telah tiba
Tanah yang kuidamkan telah kuinjak
Di depanku telihat Miqot
Hati terpancar, tercerahkan, bahkan
Tak mampu lagi diam dikendaraan
Terbang, itu sebuah keinginan

Alhamdulillah, kata itu yang keluar
Aku benar-benar telah dating
Dating memenuhi sebuah panggilan suci
Dari Dzat Yang Suci

Kusiram tubuhku dengan kesturi
agar harum mewangi menebar
kesegala jagat,
memberitahukan bahwa keagungan Allah swt
sungguh terpantri

ku tak kuasa menangis
ketika dua kain putih menempel
ditubuhku!
Kekayaan, kehormatan, title,atribut,
Gelar kebangsaan yang melekat
Di hari itu hilang,
Segerombolan manusia sama
Tak ada yang istimewa, hanya baju putih tak berjait
Yang menempel di tubuh tak berdaya

Mengingatkanku pada kematian
Dengan kain putih pula sebagai baju kebesaran
Dalam ketidak berdayaan…ya kebesaran dalam ketidak berdayaan

Semua orang menuju satu keinginan
Menuju rumah Allah
Yang hanya berupa tumpukan batu bersegi empat
Yang tidak memberikan keistimewaan apa-apa
Tapi itulah dambaan, cinta dan kerinduan
Mengalum, melambai, dan berteriak labbaik
Ingin sekali cepat sampai
Dan memeluknya, membelaikan bahkan ingin
Sekali hari-hari selalu bersamanya
Meskipun rela untuk
Meninggalakan semuanya
Jabatan yang membuat hati,pikiran,tubuh tersibukkan
Kini tidak lagi
Materi yang dibanggakan kini tidak ikut bersama, hanya
Kain putih yang harus diselamatkan
Rumah, kendaraan mewah
Pakain yang indah
Dan anak cucu dambaan
Semuanya ditinggalkan
Menuju satu "KA'BA"

Labbaika Allahumma labbaik,
Labbaik la syarikalakah labbaik
Innal hamda wanni'matalaka
Walmulk
La syarikalah.

Kenangan ketika di Miqot
6 dzulhijjah 1428


Blog EntryApr 13, '08 3:01 AM
for everyone

 


DI MANA KUCARI KEBAHAGIAAN

Halimi Zuhdy LS*)
Suara angin mendesir menelusuri semak-semak dan
bertiup lembut menerpa rambut panjang seorang pemudi
yang lagi duduk termenung dengan suara gemuruh
dadanya.
Ia menatap rerumputan hijau dihadapannya, dengan
tatapan kosong. Sesekali ia memukul-mukulkan tangannya
yang lembut ke pahanya. Kadang ia tundukkan kepalanya
dengan tetesan air matanya, kadang menengadah
kelangit dengan menarik nafas panjang.
Sudah lama ia duduk-duduk, namun belum menemukan
noktah-noktah yang ia cari, yang ia temukan hanyalah
bayangan dirinya yang sesekali menghilang karena
matahari tertutup awan, ia hanya menemukan kesedihan
dalam gerak lembut hatinya, sekelilingnya yang penuh
dengan bunga-bunga mekar nan indah tidak membuatnya ia
tersenyum. Sesekali ia torehkan isi hatinya pada daun
jati yang berguguran disekelilingnya
Kukejar angan
Kukejar cita
Kukejar hasrat
Datanglah lelah dan payah
Hatiku rapuh
Bait-bait puisi yang ditulisnya, terkadang membuat ia
tenang sejenak, namun sesekali ia berteriak keras dan
melemparkan larik-larik puisinya diarus sungai yang
gemercik membuat musik tersendiri. Namun musik-musik
sungai itu tidak mampu menenangkan gejolak jiwanya
yang mulai lelah. Ia tuliskan kegundahan hatinya pada
arus air sungai itu…….
Aku ingin menangis
Namun air mataku kering
Aku ingin berteriak
Namun suaraku habis
Aku hanya menginginkan
Ketenangan dan kebahagiaan
namun dimanakah kau……..
kekosongan makin senyap, “anakku!” ada suara menyapa
dari balik rerimbunan pohon dibelakangnya, “sedang apa
kau di sini?”. Pemudi itu kaget, ditempat yang sepi
dan senyap ternyata ada orang lain, pak tua itu
bertanya lagi, “nak apa yang kamu lakukan ditempat
yang sepi dan senyap ini?.
Pemudi itu menarik nafas panjang“Pak tua..!, aku
capek..!, aku lelah..!, aku sesak..!, berhari-hari,
berminggu-minggu, berbulan-bulan aku terjang pagi dan
petang. Aku tempuh lautan, lembah, gunung, bahkan
duniapun sudah ada dalam genggamanku, demi untuk
mencari setitik kebahagian, namun, aku belum temukan
kebahagiaan itu dalam diriku, aku belum merasakan
kebahagiaan yang hinggap dalam hatiku, aku pusing pak
pak tua..! aku lelah..!. matanya berkaca-kaca,
seakan-akan ia ingin menuangkan kekesalan dan
kekecewaan hidupnya, pak tua..!, kapan aku mendapatkan
rasa itu?”.
Pak tua itu diam dan membelai-belai rambut pemudi yang
kusut terurai panjang itu, ia mendengarkan keluh kesah
sang pemudi dengan penuh perhatian, sesekali ia
menganggukan kepalanya, sesekali menatap pemudi itu
dengan keheranan. Dari rona wajahnya kelihatan lelah
dan tidak mempunyai gairah hidup. Ia pandang kembali
wajah pemudi itu, lalu berkata, “Nak jika kamu ingin
menemukan apa yang kaucari, dan ingin merasakan apa
yang kau inginkan, di sana ada taman penuh bunga dan
beraneka ragam kupu-kupu, tangkaplah kupu-kupu itu
buatku.”
Pemudi itu menatap pak tua. Tidak percaya. Pak tua itu
menganggukkan kepalanya, ”ya..tangkaplah kupu-kupu itu
untukku dengan tanganmu,” pak tua itu mengulang
kata-katanya.
Pemuda itu mulai menuju taman yang tunjuk pak tua
tadi, benar, ia menemukan taman yang indah yang
disekelilingi dengan sungai-sungai, ditaburi
bunga-bunga harum semerbak, ia lihat kupu-kupu
menari-menari seakan mengajaknya untuk berdansa. “oh
..disana ada kupu-kupu bergerombol,” ia bergumam.
Ia mulai memasang kuda-kuda, mengendap-endap. Menuju
gerombolan kupu-kupu yang lagi asik bercengkrama. Hap!
Luput. Segera ia mengejarnya, hap!, luput. Takut
kehilangan buruannya, ia kejar. Ia arahkan tangannya,
di mana ada kupu-kupu yang terbang.,
hup!,Hup!,hup!…luput. gagal!.
Ia ingin menemukan apa yang ia cari yang dijanjikan
pak tua tadi, ia mulai bergerak cepat, berlari tak
beraturan. Menerjang ke sana ke sini. Bunga-bunga yang
indah pun rontok, daun-daun yang menghiasi taman itu
muali berguguran, rerumputan mulai layu. Ia merobek
ilalang, menerjang perdu, mengejar kupu-kupu itu.
Gerakan semakit gesit dan liar.
Seluruh taman ia jelajahi, kupu-kupu kebingungan. Ia
tidak menyerah, sejam, dua jam, ia terus mengejar
kupu-kupu itu, namun belum satupun kupu-kupu
tertangkap. Ia mulai kelelahan, gerakannya mulai
lamban, keringatnya bercucuran. Namun tidak ada
tanda-tanda ia ingin berhenti untuk menangkap. Ia
terus memburu, terkadang ia jatuh sempoyongan.
Nafasnya mulai naik-turun dengan cepat. Taman yang
sebelumnya indah kini berubah tidak beraturan.
Tiba-tiba, “berhenti dulu anakku, istrihatlah!” pak
tua itu menghentikannya, dengan lahkah penuh wibawa
raut wajah penuh rona kebijaksanaan, ia menghampiri
pemudi tadi, dipundaknya ada dua kupu-kupu yang
hinggap.
“ Nak…., kau sudah lelah, kau sudah capek..,
berjam-jam kau berlarian, kau robek taman-taman yang
indah dengan gerakanmu, tapi kau belum dapat menangkap
kupu-kupu satupun untukku, begitukah caranya kau
mengejar kebahagiaan? Berlari dan menerjang? Merusak
pesona taman? Kau injak-injak rerumputan hijau? Kau
tidak peduli apa yang ada disekelilingmu? hanya
dengan waktu sekejap taman ini sudah berantakan,
beginikah caramu mencari rasa kebahagiaan itu?,”. Pak
tua menatap pemudi itu dengan penuh kasih.
Pak tua, memegang pundak pemudi itu. Lalu berkata,
“Nak…mencari kebahagiaan itu seperti menangkap
kupu-kupu. Semakin kau terjang, ia semakin lari dan
menghindar. Semakin kau buru, maka semakin ia menjauh
dari dirimu.”
“Tangkaplah kupu-kupu itu dalam hatimu. Karena
kebahagiaan itu itu bukan benda yang dapat kau genggam
atau sesuatu yang dapat kau simpan. Carilah
kebahagiaan dalam hatimu, telusuri rasa itu dalam
kalbumu, ia tidak akan lari, bahkan tanpa kau inginkan
ia muncul dan menampakkan,”. Ia mengulang
kata-katanya, “Nak..carilah kebahagiaan dalam hatimu”,
sambil ia memegang dada kirinya, “kebahagiaan itu
disini, bukan di sana, dia selalu menyertaimu, selalu
berada dekat denganmu!, kenapa kau jauh-jauh
berpetualang hanya demi kebahagiaan yang tidak pasti
kau dapatkan, mengapa kau sibuk siang malam dengan ego
mu, yang tidak pasti kau dapatkan, Nak..! carilah
dihatimu, karena ruang hati cukup luas, apa yang kau
inginkan akan kau dapatkan dalam hatimu!,”.
Shobat, mencari kebahagiaan itu seperti mengejar
kupu-kupu, semakin kita bernafsu untuk menangkapnya,
semakin ia menjauh dari kita, semakin kita memburunya,
ia semakin gesit dan sulit kita tangkap. Namun kadang
sangat mudah kita menangkapnya, bahkan tanpa kita
tangkap ia akan hinggap, bagi kita yang tahu caranya.

Shobat, kita terjang apa yang ada dihadapat kita, kita
sikat apa yang menghalangi kita, kita sikut yang
semua penghambat-penghambat. Namun kupu-kupu itu
terkadang belum kita dapatkan. Kenapa….? Demikian juga
dengan kebahagiaan!.
Setiap kita mengejar kebahagian dengan nafsu dan
kenginan yang meluap-luap, namun kebahagian belum
kunjung tiba, semakin kita bernafsu semakin sulit ia
hinggap dalam hidup kita.
shobat, kebahagiaan itu bukan benda yang dapat kita
indra, kebahagiaan itu bukan materi yang dapat kita
genggam, keindahan itu bukan barang yang dapat kita
simpat. Kebahagiaan itu bukan mobil yang mahal, bukan
rumah yang mewah, bukan istri atau suami yang cakep,
kebahagiaan itu bukan uang yang melimpah, kebahagiaan
itu bukan nasab yang agung, kebahagiaan itu bukan
wajah yang tampan, kebahagiaan itu bukan jabatan yang
tinggi. Kebahagiaan itu bukanlah barang yang dapat
digenggam,bahkan disimpan. Namun, kebahagiaan adalah
udara, kebahagiaan aroma harum dari udara itu.
Shobat, kebahagiaan itu ada dalam hati, ada dalam
hati, semakin kita bernafsu mengejarkan ia semakin
jauh.
Shobat, temukalah kebahagiaan dalam hati kita. Biarlah
ia merdansa dan menari-nari dalam hati kita,
biarkanlah ia terus bersemayam dan abadi dalam kalbu
kita. Maka temukanlah kebahagiaan dalam setiap langkah
apa yang kita lakukan. Dalam susah, dalam belajar,
dalam merenung, dalam sunyi, dalam kegembiraan, dalam
kesedihan. Temukanlah kebahagiaan itu, dia tidak akan
lari bahkan mendekat jika kita terus belajar mencari
kebahagiaan dengan hati lembut, dengan hati tulus dan
dengan hati tenang.
Shobat, buatlah ia hinggap selalu dalam diri kita,
karena ia ada dimana-mana, bahkan setiap langkah dan
kerdip kita ia selalu menyertai, namun terkadang kita
acuh dan cuek dengan itu, sehingga kita merasa tidak
pernah ada kebahagiaan yang hinggap dalam diri kita.
Temukanlah..! selalu kebahagiaan itu dalam hati kita,
jangan mengeluh karena tidak bahagia, namun
mengeluhlah kenapa hati tidak tulus mencari
kebahagiaan.


Blog EntryApr 13, '08 3:00 AM
for everyone

 



Halimi Zuhdy

Cemburu adalah sifat yang dimiliki manusia, dan cemburu merupakan hal yang alamiyah yang melekat pada manusia, meskipun kadar kecemburuan itu berbeda namun setiap manusia dihinggapi rasa itu. Kadang rasa cemburu itu berlebihan (khulugh) sehingga membuat sipencemburu gila, stres, pemarah bahkan tidak mengenal aturan, ini yang akan membawa pada kehancuran dan ketidak setabilan hidup. Ada juga seseorang yang memiliki rasa cemburu tapi sedang-sedang saja, sesuai dengan situasi dan kondisi, kecemburuannya akan membawanya pada keindahan dalam hidupnya. Juga ada orang yang sangat lemah rasa kecemburuannya, ini bisa membawa pelakunya pada kebinasaan dirinya dan juga dapat mencelakainya.
Sifat cemburu kalau dalam hal positif sangatlah dibutuhkan dan bahkan wajib, ia akan menjadi tameng, seperti cemburu dalam agama dan keluarganya. Seperti, ia cemburu jika agamanya diinjak-injak,dilecehkan bahkan dihina. Maka, jika ia adalah seorang pencemburu pada agamanya, ia akan menyelamatkan agamanya sesuai dengan kemampuannya, meskipun nyawa sebagai taruhannya. Hal sudah dibuktikan oleh Rasulullah saw, karena demi agama yang mulya itulah Rasulullah dalam hidupnya tidak pernah sepi untuk berperang sehingga ia mampu mengangkat kalimatullah hanya karena kecemburuannya. Karena ia tidak mau agamanya diinjak-injak, dihina dan bahkan dilecehkan. Dan karena Rasul sangat pencemburu pada sahabatnya dan keluarganya, ia tidak mau mereka masuk dalam kobaran api neraka, ia tidak ingin para sahabatnya melakukan hal-hal yang jauh dari syariah. Allah swt juga sangat pencemburu, bahkan lebih pencemburu ketimbang manusia, karena sangat sayangnya Allah sama manusia, dia sangat murka jika melakukan hal-hal diluar aturanNya, dia berjanji untuk memasukkan ke Neraka Jahannam, jika hambanya memilih selain-Nya, membuat kekasih selain-Nya, bahkan membuat tuhan selain-Nya apalagi tidak mengakui keberadaan-Nya yang telah menciptakakan.
Sedangkan kecemburuan yang berlebihan adalah cemburu diluar kendalinya sampai pada taraf shu'ud dhan ini yang dilarang oleh agama, sehingga sangat banyak orang yang saling membunuh tanpa ada bukti yang nyata. Seperti seseorang mencintai kekasihnya, dan melihat kekasinya bersenang-senang dengan orang lain, maka ia akan bertindak, jika dia seorang pencemburu tanpa rasionalitas maka ia langsung akan membunuhnya, tapi jika dia seorang pencemburu tapi masih dalam garis-garis sayariat maka ia akan memberikan pelajaran dan mungkin keduanya akan diperingatkan, tidak harus ada tindakan yang sampai melampaui batas.
Tulisan ini berangkat dari sms istriku Sayyidah Hafshoh, bunyinya demikian " Saya pingin terus SMS sama jenengan, sampai mau habis lagi pulsanya, barusan Fulanah ke kamar, mengapa umah masih selalu ingat hubungan jenengan sama beliau, sakit hati nih, mungkinkah saya cemburu? Dalam sms ini ada pertanyaan mungkinkan saya cemburu? Mungkin saja, karena kenangan seseorang itu akan selalu mengingatkannya pada masa-masa yang telah dilewatinya, apalagi dalam kondisi yang tidak setabil, meskipun kenangan itu sudah kusam maka ia berusaha untuk mengangkatnya demi untuk menyatakan keberadaan cintanya. Terkadang seseorang yang lagi bercinta, jika ada orang lain diantara keduanya, maka sifat cemburu itu akan membeludak, mengapa? Karena di sana ada cinta, cinta adalah memilki, entah memiliki hanya, tubuhnya dan ruhnya. Kata beberapa orang cinta tidak harus memiliki, kalau cinta tidak memiliki itu bukan namanya cinta tapi penghianat cinta, mengapa karena tidak ada sesuatu dalam dirinya. Kalau ia benar-benar cinta maka dala pikirannya ada dia, hatinya ada dia, dan selurh geraknaya dipenuhi oleh dia. Ini namanya memiliki. Kalau saya mencintai Allah dan Rasullanya, apakah Allah harus selalu bersama saya (secara dhahir) dan Rasulullah selalu menemani saya? tidak. Kerena ketidak tampaan itulah, yang membuat ujian cinta. Kalau seseorang yang kita cintai sudah ada didepan mata dengan tubuhnya yang seksi, ini wajar saja! Mengapa, karena ia tampak. Tapi sesuatu yang tidak tanpak ini yang sulit untuk menguraikan cinta apalagi harus bercinta dengan keghaiban. Maka, cinta haruslah memiliki……!!!!

Mungkin karena cinta dan kerinduan itulah yang membuat seseorang harus cemburu, meskipun dia tidak tampak. Kemudia saya membalas sms tersebut, "Apa yang harus jenengan cemburui, hati saya sudah tertutup jenengan, sudah penuh dengan cinta sama jenengan, tak ada ruang untuk orang lain. sayang, abi gak pernah nangis karena rindu ,kecuali detik-detik ini ,hati selalu berteriak memanggil jenengan. sayang, abi sudah cukup dengan jenengan. Seandainya jenengan tahu apa yang ada dalam hati abi saat ini, jenengan akan menangis. Abi sangat mencintai jenengan. Kalau jengan cemburu, abilah yang paling cemburu sama orang-orang yang jenengan pernah cintai dan mencintai jenengan, apalagi sampai ada cincin yang melekat di jari-jari jenengan. mah, apa cincin itu masih ada?.mah, jenengan gak usah mikir macam-macam.Abi utuh milik jenengan. Semua orang punya sifat cemburu termasuk saya, dan itu tidak salah, karena ia akan mampu untuk menjaga diri saya untuk melakukan sesuatu sehingga akan teringan istri, demikian juga dia, karena melihat kecemburuan itulah dia juga takut akan melakukan diluar kehendak suaminta. Namun, kecemburuan ini, harus diikat dengan iman dan takwa, dan tidak melampaui batas (ghuluw), jika sudah pada taraf ghuluw, maka bukan lagi ketentraman dan keindahan yang akan tercipta tetapi malapetaka. Jika sedikit-sedikit muncul rasa cemburu, kemudia kapan rasa bahagianya. Kemudian ia membalas demikian Maaf ge sayang, cincinnya sudah hilang, seperti hilangnya masa lalu, karena telah hadir lentera dalam kehidupan saya, yang telah memberi sinar dalam hidup untuk mencari RidhaNya, saya sangat takut kehilangan jenengan. Melihat dari kalimat-kalimat tadi kecemburuannya bukanlah hal jelek tetapi karena ketakutan akan hilangnya orang yang dicintai sehingga bayangan-bayangan masa lalu tanpak memenuhi pikirannya. Maka saya balas demikian : Sayang kita tidak boleh bergerak di tempat,AYO KITA RANCANG HIDUP KITA, tuliskan, untuk masa depan. Masa lalu hanyalah pelajaran, hari ini adalah kenyataan, besok impian. HILANGKAN MASA LALU. Kita hilangkan masa lalu dengan bergerak menuju masa yang akan datang. Mengapa? jika kita hanya termenung menyaksikan masa lalu maka kita tidak akan pernah bangkit, jika kita menyaksikan masa lalu dengan kemegahan maka kita hanya dapat berkhayal dan beresktasi dengannya. Jika yang kita ingat masa lalu adalah hal yang jelek maka kita hanya bisa menangis meraung-raung tanpa ada perbaikan. Maka, bergerak ….bergerak….adalah lebih baik menyongsong masa depan dengan merancangnya, dan melakukan aktifitas hari ini dengan penuh semangat, dan melihat masa lalu kalau ia jelekadalah sebagai pelajaran, tapi kalau baik itu sebagai ibroh khairiyah sehingga kita mampu belajar lebih banyak. (Riyadh)

Sabar ya sayang. disinilah kita bisa menikmati rasa rindu
yang dikaruniai oleh Allah, memberi pelajaran tentang kehidupan,
Umah selalu berdoa semoga jenengan kuat menghadapi ini semua.
Sabar..ya sayang.!!! (Sayyidah Hafsoh) 15/11/2007


Sayang, dunia ini penuh dengan keindahan, maka rengkuhlah ia
Dengan seluruh cinta dan kerinduan
Maka ia akan membawa kita pada surga yang penuh kenikmatan,
Cinta dan kerinduan pada Allahlah yang sungguh menyenangkan,
Ingat sayang, Allah sangat pencemburu, maka jangan sampai Dia cemburu pada kita
karena cinta kita , sehingga melupakan cinta pada-Nya. (Halimi Zuhdy) 15/11/200


Blog EntryApr 13, '08 2:59 AM
for everyone
 

HALIMI ZUHDY


Suatu hari, seorang anak muda pergi berbelanja ke toko
suvenir. ia mencari sebuah hadiah untuk kekasihnya
yang sangat ia cintai. Sebagai hadiah ulang tahunnya
yang ke 21. Setelah sedemikian lama melihat-lihat.
Mata pemuda itu menangkap cahaya yang gemerlapan dari
dalam lemari yang indah, cayaha itu muncul dari
pantulan cangkir yang diterpa matahari siang itu.
Pemuda itu memanggil pelayan toko. “Mbak! bisa lihat
cangkir itu”. Pelayan toko itu tersenyum. dan
berkata, “boleh, asalkan Mas tidak memegangnya”.
Kemudian, “boleh Mas pegang, asal tangan Mas bersih”,.
Pemuda itu membolak-balikkan tangannya dan berkata,
“Mbak! tanganku bersih sekali, bolehkan?”. “boleh,
tapi harus hati-hati” kata pelayan itu.
Pemuda yang lagi terpikat dengan kecantikan cangkir
itu, tersenyum. sambil mendekati cangkir cantik itu,
Ia bergumam. “cantik banget..!, aku belum pernah
melihat cangkir secantik ini, pasti kekasihku sangat
senang menerimanya”. Ketika pemuda mau mengambil
cangkir itu, cangkir yang ada dihadapannya berbicara.
“hai pemuda..! hati-hati memegangku, kalau aku jatuh
dan pencah, kamu harus menggantinya, dan kamu tidak
dapat memiliki kecantikanku”. Pemuda itu tersenyum,
dan berkata, “ia…cantik!, aku akan memegangmu dengan
hati-hati, aku terpikat dengan kecantikanmu”.
Cangkir cantik itu, berkata, “pemuda.!, semua orang
terpikat melihat kecantikanku namun tidak semua orang
dapat memilikiku”. Kemudian cangkir itu melanjutkan
kisahnya, “Dulu aku ini hanya seonggok tanah liat
kotor, yang tidak berharga, tidak sorangpun melirikku
apalagi mengambilku. Namun pada suatu hari, seorang
pengrajin dengan tangan kotornya, mengerukku dan
pelemparkanku ke sebuah roda berputar”.
Aku tidak dapat menghindar dan menolaknya, karena aku
hanya tanah yang kotor dan tidak berharga. Setelah
itu, ia memutar-mutar roda itu, aku berteriak untuk
dihentikannya, karena kepalaku terasa pusing sekali.
stop! Stop! Stop aku berteriak dengan keras, namun
orang itu berkata, “belum!”. Lalu ia mulai beraksi
kembali dengan memukulku, menusukku, menginjak-injakku
berulang-ulang. Stop! Stop! Stop! Aku berteriak dengan
harapan ia tidak melanjutkan, tetapi ia berkata,
“belum!,”.
Belum aku bernafas dengan lega, ia melemparkanku ke
perapian. Aku kepanasan, dan belum pernah aku disiksa
seperti itu. Aku terus dipanaskan, dibolak balik, aku
hampir putus asa. Dan aku berteriak-teriak, panas!
Panas! Panas! Namun ia sedikitpun tidak
memperdulikanku. Tatap saja ia bilang, “belum”,. Kapan
siksaan dan penderitaan ini selesai, kenapa nasibku
seperti ini. Betapa senangnya teman-temanku yang tidak
mendapati siksaan seperti yang aku alami. Sambil
meniteskan air mata, aku memohon agar ia tidak
melanjutkan penyiksaan itu, karena aku sudah tidak
kuat lagi.
Aku mulai gembira, karena ia mengangkatku dari
perapian itu. Dan mebiarkanku sampai dingin. Aku
pikir, mungkin itu akhir dari penyiksaan dan
penderitaanku. Oh, ternyata belum.
Setelah dingin, aku diberikan pada seorang wanita yang
belepotan cat. Ia memolesku dengan warna, yang baunya
sangat tidak aku senangi, membuat aku sesak dan sulit
bernafas. aku berkata, “stop! Stop! Stop! Aku sudah
muak dengan semua ini, aku mohon jangan dekatkan cat
itu padaku. Tetapi, perempuan itu, tetap saja
membolak-balikku dan memolesku dengan cat yang baunya
mintak ampun. Namun wanita itu berkata sama dengan
laki-laki jahat tadi, “belum”.
Aku melihat diriku berubah, dari satu warna menjadi
warna-warni. Namun apalah artinya perubahan itu
buatku, aku tidak merasa apa kecuali siksaan yang
pedih dan memuakkan. Ternyata, tidak sampai disitu.
Aku diserahkan pada seorang laki-laki, ia sangat
mengerikan. Dengan tangan kekarnya ia mengambilku.
Laki-laki itu, memasukkan aku ke perapian lagi,
rasanya lebih panas dari sebelumnya. Saya merasa ini
mungkin akhir hidupku, dan setelah ini aku tidak dapat
melihat dunia lagi. Hanya kenangan yang tidak pernah
saya lupakan, yaitu kenangan betapa pahitnya hidup.
Aku berteriak dengan sekuat tenagaku. “Hentikan!
Hentikan! Aku tidak kuat lagi! Panas! Panas! Panas!,
namun laki-laki itu tidak sedikitpun menoleh padaku,
aku dibiarkan berteriak-teriak dan kepanasan. Ia terus
membakarku. Lalu, setelah beberapa lama, mungkin ia
sudah puas dengan menyiksaku, kini aku diangkat dan
dibiarkan dingin.
Setelah didinginkan beberapa lama, seorang wanita
dengan tangan cantiknya mengangkatku. Aku ditempatkan
di etalese yang indah, dan disekelilingku ada
benda-benda yang cantik. Aku kaget dan heran ketika
aku melihat perubahan pada diriku, betapa cantiknya
diriku, dan teman-teman disekelilingku. Mereka yang
mengalami penderitaan seperti apa yang aku alamai. Aku
sungguh tidak percaya, dengan perubahan ini. Yang
dulunya aku hanya benda yang tidak berharga sekarang
menjadi tontonan dan diistimewakan. Setelah melihat
perubahan ini, terasa penderitaan dan cobaan yang aku
alami selama ini sirna seketika. Terima kasih
pengrajin!, terima kasih Tuhan! Yang telah
menyerahkanku pada tangan pengrajin.
Shobat. Suatu gambaran penderitaan yang luar biasa.
cobaan dan penderitaan adalah bagian hidup kita, namun
kadang kita antara sadar dan tidak, bahwa cobaan dan
penderitaan adalah sebuah proses menuju sebuah
keindahan dan kebahagiaan.
Shobat. Seperti cangkir itulah, Allah swt membentuk
kita. memang penderitaan yang Allah berikan pada kita
sakit, menyiksa, penuh penderitaan, aliran mata, dan
hilangnya harta. Mungkin dengan cara itulah Allah swt
merubah dan bentuk diri kita menjadi baik dan terbaik.
Dan dapat memancarkan caha-Nya.
Jika cobaan dan penderitaan menimpa kita, anggaplah
cobaan dan penderitaan itu adalah sebuah proses kita
menuju kebahagiaan, dan cobaan itu adalah sebuah
kenikmatan yang diberikan Allah swt untuk membentuk
dan menjadikan kita lebih maju dan lebih hebat. Kita
tahu bahwa cobaan itu akan menghasilkan sebuah
keberaniaan, ketekunan, kesungguhan, dan pengalaman.
Biarlah keberaniaan, ketekunan, kesungguhan, dan
pengalaman memperoleh buah yang matang.
Apabila kita mengalami penderitaan dan cobaan, maka
betapa indahnya jika berlapang dada dan tidak kecil
hati, karena seorang kekasih untuk melihat kesetiaan
kekasihnya adalah dengan melihat bagaimana ia sabar
dalam menderita. Anggaplah penderitaan itu sebagai
ujian karena kasih dan rahmannya Allah pada kita.
karena kasih dan cinta-Nya Allah membrikan penderitaan
itu.
Bentukan-bentukan itu memang menyakitkan, tapi setelah
proses itu selesai maka kita akan melihat betapa
cantiknya Allah membentuk kita dengan cobaan dan
tantangan yang kita hadapi.
Dan seluruh cobaan yang diberikan Allah itu pasti ada
hikmahnya, karen Allah tidak berbuat main-main pada
hamba-nya. Dan pastilah ada kemanfaatan dibalik itu
semua. Kalau kita belum dapat dan belum merasakan
hikmah itu maka kita harus selalu muhasabah. Mungkin
kita yang terlalu kotor dan terlalu berprasangka buruk
(su’u dhan) sehingga tidak dapat meneyelami dan
mengambil hikmah yang diberikan-Nya.

*) Cerpenis asal Madura. Ketua Sanggar Al-Abqory
Madura, Kini tinggal di Malang.


Blog EntryApr 13, '08 2:57 AM
for everyone

 


Pada satu malam istri saya hanya mengajar santriwati biarpun yang
hadir itu cuman dua anak. Dengan tekunnya dia membimbing mengaji.
Baginya mengajar dua anak dan mengajar dua puluh anak sama saja karena
itu tugasnya. dulu pernah saya berbincang dengannya, katanya mengajar
bukan profesi namun sebuah panggilan jiwa. Sekalipun tidak sebagai
pengajar dalam formalitas namun mengajar bisa dilakukan dimana saja
dan kapan saja. Itulah sebabnya mengajar adalah kecintaan yang
terdalam pada kemanusiaan.

Makna cinta bagi setiap manusia berbeda. Makna cinta itulah yang juga
memaknai kehidupan bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi
masyarakatnya, bagi bangsanya, bagi dunia dan bagi alam sekitarnya.
Ada orang yang merasa dirinya bermakna tetapi tidak dipandang bermakna
oleh orang lain, sebaliknya ada orang yang merasa dirinya bukan
apa-apa dan bukan siapa-siapa, tetapi orang lain sangat
menghormatinya. Ada seorang tokoh, oleh Amerika dipandang sebagai
terroris yang sangat jahat, tetapi oleh bangsanya sendiri dia
dielu-elukan sebagai pahlawan sejati. Ada orang yang tinggal berada
dalam suatu lingkungan dalam waktu yang lama, tetapi kehadirannya
tidak berpengaruh apa-apa bagi lingkungan masyarakatnya maka ia tidak
dipandang bermakna, hadirnya tidak membuat genap, dan absennya tidak
membuat ganjil.

Sebaliknya ada orang yang hanya melintas sebentar dalam kehidupan
masyarakat, tetapi karena kehadirannya membawa perubahan besar kepada
tatanan masyarakat maka sepeninggal orang tersebut namanya masih
selalu disebut, gagasannya masih selalu didiskusikan, pendapatnya
masih selalu dirujuk orang. Waktu yang sebentar tetapi fungsional
dalam membawa perubahan, maka kehadiran sebentar itu dipandang sangat
bermakna, sehingga nama orang itu diabadikan dalam nama jalan atau
gedung, atau bahkan banyak bayi lahir yang kemudian diberi nama dengan
nama orang itu.

dan orang itu adalah anda!

Salam Cinta,

dari seorang sahabat : Agussyafii

Blog EntryApr 13, '08 2:54 AM
for everyone

 


Adakah istri yang tidak cerewet? Sulit menemukannya. Bahkan istri Khalifah sekaliber Umar bin Khatab pun cerewet.

Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa. Menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah katapun
terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkanistrinya pada Umar.

Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya mendengarkan, padahal di luar sana,ia selalu tegas pada siapapun?

Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP4. Apakah BP4 tersebut?

1. Benteng Penjaga Api Neraka

Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal; syahwat.

Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelak diterimanya Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan akhirat.

Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan liuka yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.

2. Pemelihara Rumah

Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap
sia-sia Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran.

Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul
akan hal itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.

3. Penjaga Penampilan

Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaianannya, memilihkan apa
yang pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu

4. Pengasuh Anak-anak

Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salahdengan pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, ?akulah yang membuatnya begitu.? Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke
depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.

5. Penyedia Hidangan

Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi. Di meja makan suami Cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam,sambal terasi danlalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung; tadi bagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi anggaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa
takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah
berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami.

Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga di pundaknya.Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh
anak-anak, menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.

Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda.Hingga tak terhindar pertumpahan ludah dan caci makitak terpuji.

Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilakuUmar ini. Ia tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya.

dari sahabat Oleh : Ahmad Bustam


Blog EntryApr 13, '08 2:53 AM
for everyone



Apakah cinta itu harus menyatu dan menjadi satu, maka pasti jawabannya adalah ia. Tapi, dalam sisi lain saya mencoba menghayati cinta dari belahan samudera yang lain. Benarkah cinta harus menyatu dan menjadi satu?. Jawaban saya tidak harus, mengapa karena gelombang cinta telah membawaku pada muara rindu, dari kerinduan itulah sebenarnya saya rasakan cinta yang sebenarnya. Jika saya selalu berkumpul dan menyatu dengan istri, maka keindahan itu tidak saya dapatkan seperti sekarang ini, yang hati dan pikiran selalu mengingatnya dalam jaga dan tidurku. Mungkin itu cinta, namun jika saya selalu didekatnya mungkin cinta itu menjadi biasa. Tidak ada yang luar biasa! Karena cinta itu adalah kerinduan yang mendalam dari seorang kekasih untuk kekasihnya.
Kerinduan Nabi saw, para Wali dan hamba-hamabanya yang sholeh adalah sebuah pertemuan dengan Kholiq, sehingga sangat banyak kisah para sahabat yang ingin cepat meninggalkan kegersangan bumi ini untuk bertemu dengan hadiratnya. Dan pertemuan denganNya lebih indah dari pada sorganya.
Saya katakan pada istri saya bahwa kasih sayang saya semakin bertambah karena ternyata jarak benar-benar membuatku ekstasi untuk selalu berada di dekatnya dan tidak ingin lagi meninggalkannya. Dengan nahkoda kesabaran dan kesepahaman akan membawa keluarga pada dermaga sakinah, mawaddah dan rohmah.

Yah umah sayang jenengan ,saya gak pernah pingin meninggalkan jenengan,itu rasa ketakutan umah,dan gak usah dipikir geh sayang! semua kita serahkan kepada Allah,adik dan umah selalu sabar menunggu jenengan.( SMS dari seorang istri)

Sabar ya sayang. disinilah kita bisa menikmati rasa rindu yang dikaruniai oleh Allah, memberi pelajaran tentang kehidupan,Umah selalu berdoa semoga jenengan kuat menghadapi ini semua. Sabar..ya sayang.!!! (SMS dari seorang istri)

Riyadh, 12 April 2008


Blog EntryApr 13, '08 2:46 AM
for everyone

 



halimi zuhdy

Masih adakah marah dalam cinta, pertanyaan itu muncul ketika istri saya bertanya tentang marah, saya jawab " bagaimana bisa marah pada orang yang membuat hatkui selalu merindukannya dan membuat mata tidak mampu terpejam karena cintaku,dan hatinya sudah saya rengkuh dalam batinku" adakah marah dalam cinta, tentunya ada, tapi sejauh mana kita bisa marah pada istri, istri yang telah melayani kita sehingga kita terselamatkan dari zina dan kerusakan moral, istri yang telah memberikan senyumnya ketika kita marah, istri yang memberika rindu ketika dalam kegersangan, istri yang telah memberikan cahaya cinta ketika kita dalam kegelapan, istri yang telah membelai kita dalam kondisi stress, istri yang telah memberikan samudera kasih sayangnya dalam diri kita, memberikan solusi, membuat kita tersenyum dalam kesedihan, dan memberikan seorang anak dengan usahanya yang cukup memayahkan, bahkan antara hidup dan mati। PANTASKAH KITA MARAH PADANYA. Masih ada rasa marahkah dalam diri kita karena hanya gara-gara persoalan kecil, yang masih bisa kita selesaikan dengan damai dan musyawarah. Masih adakah keinginan marah kepadanya, hanya gara-gara berbuat sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita, dan itu tidak melanggar syari'ah, karena kita diciptakan memang berbeda, masihkan kita bersikukuh demi meuaskan keinginan kita dan marah ketika tidak sama dengan apa yang kita minta. Jika masih bisa marah padanya, maka tanyakan pada diri kita masih adakah rasa cinta itu padanya.


Betapa junjungan kita selalu membahagiakan istrinya, berbuat lembut pada mereka dan selalu memberikan yang terbaik, bahkan tidak pernah berbuat kasar. Toh kalau mereka salah, ia menegur dengan lemah lembut. Dan ia sangat mesra dengan para istrinya.
Di antara kebaikan akhlak Nabi SAW dan pergaulannya yang baik adalah beliau memanggil ummul mukminin dengan nama kesayangan, dan memberi kabar yang sangat menyenangkan hati. Pada suatu hari Rasulullah bersabda " wahai 'Aisyah, ini jibril mengucapkan salam kepadamu". (Muttafaq alaih)
Aisyah berkata "Aku minum ketika sedang haid, lalu aku memberikannya kepada Nabi SAW, maka beliau meletakkan mulutnya ketempat bekas mulutku, dan aku memakan daging lalu beliau mengambilnya dan meletakkan mulutnya dibekas mulutku".(HR. Muslim). "Dari 'Aisyah aku mandi bersama Rasul dengan dari satu bejana" (H.R Bukhari).
Al-Bukhari meriwayatkan bahwa-sanya tatkala Rasulullah saw kembali dari perah Khaibar dan menikah dengan Shafiyah binti Huyay r.a beliau melilitkan kain di sekitar untu yang dikendarainya untuk menutupi Shafiyah, kemudian beliau duduk di samping untanya, lalu Shafiyah meletakkan kakiya di atas lutut Nabi saw sebagai pijakan ketika naik kepunggung unta.
Pemandangan ini menunjukkan kerendahan hati Rasulullah saw, walaupun beliau seorang pemimpin yang sukses, ini ajaran yang sangat indah dari seorang teladan.
Pesan Rosulullah saw " Ala was taushu bin nisa', berwasiatlah kepada wanita dengan baik" (HR. Muslim).

Riyadh, 13 April 2008


Pages:12